Gambaran Umum Desa
Kondisi Geografis
a. Batas Administrasi Desa dan Luas Wilayah
Desa Haekto berada di bagian Selatan ibukota kecamatan Noemuti Timur dengan ketinggian ± 7500 m di atas permukaan laut, kondisi alam yang terdiri dari lembah, berbukit-bukit dengan luas wilayah seluas + 31Km2, dengan batas-batas sebagai berikut :
- Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Maurisu;
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Nunfutu;
- Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Wekeke dan Maurisu;
- Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Manikin dan Naob;
b. Topografis
Topografis Desa Haekto berbentuk dataran rendah, dengan dataran sedikit perbukitan dan diapiti oleh 2 (Dua) Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu DAS Noemuti dan DAS Benenain dengan dataran secara sporadis pada gugusan yang luas dengan kemiringan 0.5-0.6% mencapai luasan 68,09% dan lahan dengan kemiringan 0,7 % mencapai 32,91%. Kondisi geomorfologis yang demikian menyebabkan pertanian agak terbatas, teristimewa pada pertanianlahan kering maupun lainnya. Pertanian lahan basah banyak dilakukan atau dikerjakan oleh masyarakat sehingga produksi padi menjadi andalan utama karena didukung oleh areal yang cukup luas dan irigasi Permanen.
c. Geologi
Wilayah Desa Haekto termasuk dalam kawasan circum – pasifik terletak di Pulau Timor, yang terbentuk dari dasar laut yang terangkat ke permukaan. Dengan kondisi geologi yang demikian, di Desa Haekto juga terdapat deposit, baik mineral maupun sumber–sumber energi lainya, yang belum diteliti oleh dinas terkait.
Secara keseluruhan mineral yang terkandung di Desa ini adalah; Tanah Isi Pasir Batu (Pa) dan mineral lainnya.
d. Iklim
Keadaan iklim di Desa Haekto pada umumnya sama dengan wilayah lain di Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang dikenal dengan 2 (dua) musim, yaitu musim kemarau dan musim hujan. Pada Bulan Juni – September arus angin berasal dari Australia dan tidak banyak mengandung uap air sehingga mengakibatkan kemarau cukup panjang. Sebaliknya pada bulan Desember – Maret arus angin banyak mengandung uap air yang berasal dari Asia dan Samudera Pasifik sehingga terjadi hujan.
Keadaan seperti ini bergantian setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April – Mei dan Oktober – November. walaupun demikian mengingat Nusa Tenggara Timur dekat dengan Australia, sehingga arus angin banyak mengandung uap air dari Asia dan Samudera pasifik yang sampai di wilayah NTT kandungan uap airnya sudah berkurang sehingga mengakibatkan hari hujan di wilayah ini berkurang. Hal inilah yang menjadikan Desa ini sebagai wilayah yang tergolong kering, dimana hanya 4 (empat) bulan (Januari s/d Maret, dan Desember) yang keadaannya relatif basah, sedangkan 8 (delapan) bulan sisanya relatif kering.
Suhu udara rata – rata sekitar pada maksimum 30 sampai 36 derajat celcius dan suhu minimum 21 sampai 24,5 derajat celcius, dengan curah hujan rata – rata adalah 1.164 mm/ tahun. Salah satu unsur penting pembentuk iklim di atas adalah Curah hujan. Keadaan curah hujan di wilayah ini pada umumnya sangat bervariasi. Sehingga sulit diramalkan datangnya hujan dan mulainya bulan kering. kadang–kadang terlalu cepat dan kadang–kadang terlalu lambat.